IMG-LOGO

Seluruh Siswa SMPN 26 Surabaya Olah Handuk Bekas untuk Pot Tanaman

Admin - 2023-06-08 21:56:45 156 Views
IMG

Adhigana Romzi Prawira, siswa kelas 7 SMPN 26 Surabaya, yang juga peserta Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2023 sumringah. Pasalnya, proyek lingkungan hidupnya, yaitu pengolahan handuk bekas dan rusak menjadi pot tanaman dan vas bunga, digelorakan kepada seluruh warga sekolahnya. 

Dalam sepekan ini, seluruh siswa kelas 7 SMPN 26 Surabaya secara bertahap mereplikasikan pengolahan handuk bekas yang menjadi proyek lingkungan hidup Adhigana Romzi Prawira. “Bahan-bahannya dibawa oleh siswa sendiri,” kata Adhigana Romzi Prawira. Selanjutnya pada pekan depan (15-19 Mei) giliran seluruh siswa kelas 8 melakukan pengolahan yang sama.

Adhigana menjelaskan bahwa bahan-bahan untuk pengolahan handuk bekas menjadi pot tanaman dan vas bunga itu adalah handuk bekas yang sudah rusak yang dibawa oleh tiap siswa dan semen per kelas 10 kg. 

Adhigana (sebelah kanan) bersama temannya dan pot-pot tanaman handuk bekas saat pengeringan

“Tiap siswa juga diminta membawa koran bekas buat alas, botol bekas air mineral buat cetakan, air, bak, juga kresek bekas buat mengalasi botol untuk memudahkan melepas dari cetakan,” terang Adhigana Romzi Prawira.

Sebelum pelaksanaan, Adhigana melakukan sosialisasi kepada seluruh siswa di aula sekolah. Seluruh siswa juga diminta mengakses video tutorial pengolahan handuk bekas menjadi pot tanaman dan vas bunga yang diperagakan oleh Adhigana Romzi Prawira melalui video Youtube Tunas Hijau ID. 

“Pada saat pelaksanaan, saya juga mengunjungi satu per satu kelas untuk mendampingi mereka mengolah handuk bekas itu,” ujar Adhigana, putra pertama dari dua bersaudara pasangan Rochmad Isnaini dan Andika Prastina ini.“Habis nyelup handuk bekas ke adonan semen lalu diapakan?” adalah pertanyaan yang paling banyak disampaikan oleh para siswa.

Adhigana mengaku sangat gembira melihat seluruh siswa SMPN 26 Surabaya sangat semangat melakukan pengolahan handuk bekas itu. “Tidak jarang saya melihat seragamnya teman-teman berlepotan dengan adonan semen,” ujar tutur Adhigana Prawira Romzi, siswa yang tinggal di Jalan Tengger Raya V/24 B Surabaya ini.

Alifah, Kepala SMPN 26 Surabaya, kepada Tunas Hijau mengatakan bahwa dirinya meninjau kelas-kelas pada pelaksanaan pengolahan handuk bekas oleh para siswanya. “Saya keliling ke kelas-kelas. Anak-anak sangat antusias. Mereka pada berteriak semangat. Daripada handuk bekas dan rusak dibuang,” kata Alifah. 

Lebih lanjut, Alifah menjelaskan bahwa pada 25 Mei 2023 ini semua hasil karya akan dipamerkan di sekolah. “Pada pameran karya siswa itu akan mengajak serta lurah dan para pemangku kepentingan termasuk orang tua siswa untuk hadir berinteraksi,” kata Alifah, Kepala SMPN 26 Surabaya ini. 

Dengan program massal pengolahan handuk bekas untuk pot tanaman dan vas bunga ini, Alifah berharap bisa membekali warga sekolahnya untuk mengolah barang bekas lainnya di rumah. “Harapannya tidak hanya handuk bekas ini saja yang akan diolah, tetapi juga barang bekas lainnya,” tambah Alifah. 

Pada saat pengolahan handuk bekas itu, Alifah juga mengajak serta tamu dari sekolah lain yang kebetulan sedang di SMPN 26 Surabaya untuk meninjau proses pemanfaatan handuk bekas menjadi pot tanaman dan vas bunga itu. “Alhamdulillah para tamu dari sekolah lain itu sangat tertarik dengan pelaksanaan kegiatan ini,” pungkas Alifah. 

Keterangan foto utama: siswa salah satu kelas 7 dengan handuk bekas yang rusak sebelum diolah menjadi pot tanaman

Penulis: Mochamad Zamroni